Goresan Tinta Masa Lalu



Pagi ini aku ingin membereskan lemari kecil di kamarku.  Lama sekali aku tidak membuka lemari itu.  Dengan maksud ingin menyingkirkan benda-benda yang sudah tidak terpakai, atau sudah tidak perlu lagi disimpan.  Hmm... aku baru sadar kalau ternyata di dalam lemari itu aku simpan beberapa benda kenangan.

Dan... heeiii... mataku tertuju takjub pada sebuah map. Aku masih ingat apa isi map itu. Excited sekali aku melihatnya. Lamaaaaa.... sekali aku tidak memperdulikan keberadaannya.  Bergegas aku membuka map berwarna coklat itu... dan seketika dadaku membuncah rasa haru... Isinya adalah surat-surat yang dulu aku kirim untuk pacarku.

Trimakasih ya Allah... atas pemberian-Mu yang luar biasa menyayangi aku.  Surat-surat itu adalah curahan rasa cinta, rindu, marah, cemburu, kesal, perhatian dan apa saja yang kala itu hanya bisa disalurkan lewat surat.  Belum ada hand phone apalagi blackberry.  Belum juga lahir jejaring sosial facebook.  Jadi goresan-goresan penalah yang menghiasi hubungan kami.


Beberapa surat aku baca dengan penuh rasa suka cita.  Aku bagai tiba pada lompatan waktu yang dulu aku ingin tahu.  Melihat diriku dimasa lalu dalam diriku saat ini.  Surat-surat itu adalah bagaimana perasaanku kala itu, cara berfikirku kala itu.  Dan aku berkaca sejauh mana semua itu menjadikan aku sebagaimana saat ini.

Dalam surat-surat itu begitu banyak tertulis harapan akan masa depan yang ingin aku rajut dengannya.  Setelah melewati bertahun-tahun setelah surat itu ditulis, kami sampai pada hari ini.  Alhamdulillah banyak harapan yang sudah terwujud atas ijin Allah.  Dan dengan tetap pada semangat yang ada.... aku yakin akan lebih banyak lagi harapan-harapan yang akan terwujud.  Memohon kekuatan dan kemudahan dari Allah dalam pencapaiannya.

Maafkan aku bila ada kenyataan-kenyataan yang tidak terpapar sebagaimana untaian janji-janjiku pada surat-surat itu, kasihku. Mungkin kau sering merasa kecewa pada sikap dan pelayananku padamu. Andai kau yang membaca surat-surat itu, mungkin kau lebih bisa menilai mana janji yang sudah  aku tepati, dan mana yang tidak/belum aku tepati. 

Andai kau yang merasa dalam lompatan waktu, mungkin kau lebih menyadari sejauh mana harapan-harapan yang dulu kita eforiakan telah tercapai.  Aku yakin.... dengan berjalan berdampingan kita akan mewujudkannya.  Memohon kekuatan dan kemudahan kepada Allah SWT.  semoga kita dapat bertemu dan menyanyikan bersama lirik-lirik kehidupan.

Trimakasih kasih, atas semua perhatian, kasih sayang dan cinta yang begitu dalam padaku.  Surat-surat itu betul-betul menyadarkan aku bahwa kau adalah kau sebagaimana dulu.   I want to be the blue sky on your grayest day...

Allah memberiku petunjuk untuk lebih bisa menghargai apa yang aku dapat dan aku miliki.  Bahkan hanya dengan tumpukan surat-surat masa lalu, aku disadarkan pada besarnya karunia dan anugrah yang sudah diberikan kepadaku. 

Surat-surat itu bukan cuma sekedar kenangan masa lalu yang ingin disimpan rapi. Tapi lebih dalam dari itu. Sebuah pembelajaran hidup bahwa aku tak harus melihat kekurangan dalam hidupku dan pasanganku.  Rentang waktu yang telah aku lewati menunjukkan kalau aku sudah melompati waktu dengan baik.

Kalau tulisanku pada surat-surat itu bisa menjadikan pelajaran buatku... rasanya aku jadi semakin ingin banyak menulis tentang kehidupanku saat ini, hingga bila kelak aku sudah berada pada lompatan waktu berikutnya, aku bisa juga menjadikannya sebagai pelajaran kehidupan buatku.  Agar aku tetap bersyukur atas kehidupan yang aku jalani.  Dengan menulis problematika dan lika-liku yang aku kini jalani sebagai seorang ibu, istri dan perempuan yang bersosialisi, semoga bisa menjadi cermin buatku kelak atau buat anak-anakku ketika membacanya. Insya Allah.

(Semoga kau dapat membaca goresan tintaku ini. fahmi)

0 komentar:

Posting Komentar

Home - About - Order - Testimonial
Copyright © 2010 Sinopsis Adrenalinequ All Rights Reserved.